PENGERTIAN
Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting yang harus dilakukan guru sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dan untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran. Pembelajaran bukan sekedar aktivitas rutin pendidikan tetapi merupakan komunikasi edukatif yang penuh pesan, sistemik, prosedural, dan sarat tujuan. Karena itu, ia harus dipersiapkan secara cermat.
MODEL PENGEMBANGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Pengembangan model pembelajaran oleh Tweleker, Urbach, dan Buck didefinisikan sebagai cara yang sistematik untuk mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi satu set bahan dan strategi belajar dengan maksud mencapai tujuan tertentu.

Model-model perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh para ahli adalah sebagai berikut :
1. Model Tradisional
Model tradisional dikembangkan oleh Glaser pada tahun 1968 dan oleh Engkoswara disebut sebagai Pola Dasar Pokok yang terdiri dari 4 komponen, yaitu :
– Intructional Objectives atau Tujuan Pengajaran
– Entering Behavior atau Penelaahan Kemampuan Peserta Didik
– Intructional Procedures atau Proses Mengajar
Performance Assessment atau Penilaian Terhadap Tujuan Pengajaran

2. Model Banathy
Model perencanaan pengajaran Bela H. Banathy disusun menajdi 6 tahapan sebagai berikut :
Merumuskan Tujuan
Mengembangkan Tes
Menganalisis Kegiatan Pembelajaran
Mendesain Sistem Pengajaran
Melaksanakan Kegiatan dan Mengetes Hasil
Mengadakan Perbaikan

3. Model Kemp
Model perencanaan pengajaran yang dikembangkan oleh Jerol Kemp terdiri atas :
Menentukan Tujuan Intruksional Umum
Membuat Analisis tentang Karakteristik Siswa
Menentukan Tujuan Intruksional Khusus
Menentukan Materi yang Sesuai dengan Tujuan Intruksional Khusus
Menentukan Penjajagan Awal (pre-assessment)
Menentukan Strategi Belajar Mengajar
Mengkoordinasikan Sarana Penunjang Pengajaran
Mengadakan Evaluasi

4. Model IDI
Model IDI (Intructional Development Institute) dikembangkan oleh University Consortium For Intructional Development and Technology (UCIDT) yang beranggotakan beberapa Universitas di Amerika Serikat. Terdapat tiga tahapan besar yang harus dilakukan dalam merancang model pengajaran yaitu :
a) Define (penentuan)
Identifikasi masalah
Analisis latar
Pengelolaan organisasi
b) Develop (pengembangan)
Identifikasi tujuan
Penentuan dan pemilihan metode
Penyusunan prototipe
c) Evaluate (evaluasi)
Tes uji-coba
Analisis hasil

5. Model Program Pengembangan Sistem Intruksional (PPSI)
PPSI merupakan metode penyampaian dalam rangka penerapan kurikulum 1975 untuk SD, SMP, dan SMA, serta kurikulum 1976 untuk sekolah kejuruan. PPSI terdiri dari lima langkah pokok meliputi :
a) Merumuskan tujuan
b) Pengembangan alat evaluasi
c) Menentukan kegiatan belajar dan materi pelajaran
d) Merencanakan program kegiatan
e) Melaksanakan program

SYARAT PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Yang dimaksud syarat perencanaan pembelajaran adalah seperangkat pengetahuan atau syarat seorang perancang pembelajaran, yaitu:
1. Memiliki Kemampuan Analitik
Kemampuan menganalisa adalah kemampuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran dalam rangka memprediksi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.
2. Memiliki Kemampuan Pengembangan
Kemampuan pengembangan adalah kemampuan untuk memilih, menetapkan, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang paling optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan.
3. Memiliki Kemampuan Pengukuran
Kemampuan pengukuran adalah kemampuan untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik rancangan pembelajaran. Kemampuan ini meliputi memilih, menetapkan, dan mengembangkan alat ukur yang paling tepat untuk mengukur pencapaian tujuan/indikator.

FUNGSI DAN PERANAN
Fungsi perencanaan pembelajaran adalah merupakan alat yang dapat digunakan untuk membentuk, mempola, membuat model, dan mengkonstruksi proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun peranan perencanaan pembelajaran, yaitu :
4. Pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif
Yang dimaksud adalah maka seorang guru bisa memberikan materi pelajaran dengan baik karena ia harus dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara mantap, tegas dan fleksibel.
5. Seseorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik
Yang di maksud adalah guru membuat persiapan yang baik dan adanya pertumbuhan berkat pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s